Bagian akhir kalender suku Maya yang sering diidentikan dengan ramalan kiamat telah ditemukan dan ternyata malah membicarakan sejarah politik kuno. Hal ini justru semakin memperjelas kalender tersebut ternyata tidak meramalkan kiamat.
Tampilkan postingan dengan label Bumi 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi 2012. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Juli 2012
Sabtu, 26 Maret 2011
Mungkinkah Matahari Terbit Dari Barat??
Investigasi lanjutan mengenai anomali-anomali 2012 tiba pada verifikasi ilmiah yang paling menggetarkan : Prediksi NASA bahwa dalam beberapa tahun ke depan ada kemungkinan terjadi perubahan kutub magnet bumi-yang merupakan siklus ribuan tahun dari planet dan bintang. Meski sulit dipercaya, sebagai contoh NASA mengatakan bahwa pada tahun 2001 bintang kita -matahariku, yang dinyanyikan Agnes- telah mengalami perubahan kutub tersebut. Namun karena massa matahari relatif uniform dan kita tidak tinggal disana maka manusia relatif tidak merasakan perubahan ini.
Sabtu, 19 Maret 2011
Kapsul Untuk Melindungi Diri Dari Kiamat
Penemu Rusia berhasil membuat kapsul untuk melindungi diri dari kiamat. Kapsul yang tahan panas, kedalaman dan benturan keras itu bernilai Rp 883 juta untuk 4 orang.
Label:
Bumi 2012,
Lucu Dan Unik,
Serba-Serbi
Jumat, 17 Desember 2010
Inilah 10 Ramalan Tentang Kiamat Yang Menghebohkan Dunia!
Banyak upaya yang dilakukan manusia untuk meramalkan kapan akan terjadinya kiamat. Namun, tidak satu pun yang pernah membuahkan hasil. Alih-alih malah hanya menimbulkan keresahan dan tidak lebih hanya hoax belaka seperti yang terjadi pada ke-10 ramalan tentang kiamat yang sempat bikin heboh dunia berikut ini:
Label:
Bumi 2012
Kamis, 09 Desember 2010
Anak Planet Mars Melihat 2012 Tidak Kiamat
Belum lama ini, media Inggris melaporkan, meskipun NASA telah membantah keberadaan alien atau UFO, tetapi Dr. Edgar Mitchell mengatakan, alien bukan saja ada, namun jumlahnya sangat banyak.
Astronot Apollo 14 Amerika, 'orang ke-6 mendarat di bulan', yang kini telah berusia 77 tahun ketika diwawancara oleh radio AS mengatakan UFO telah mengunjungi Bumi, dan telah berhubungan dengan sejumlah pejabat NASA.
Label:
Bumi 2012
Sabtu, 20 November 2010
Benarkah Badai Matahari Mengancam Keselamatan Manusia?
Masyarakat diminta tetap tenang sehubungan dengan prediksi munculnya badai matahari pada tahun 2012-2015, karena tidak akan mengancam keselamatan manusia melainkan lebih berdampak langsung pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio.
"Hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia, karena efeknya langsung dirasakan pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio," kata Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan mangnet Antariksa Lapan, Clara Yono Yatini, di Kampus Pasca Sarjana Unud di jalan Sudirman, Denpasar, Senin (9/3/2010).
"Hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia, karena efeknya langsung dirasakan pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio," kata Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan mangnet Antariksa Lapan, Clara Yono Yatini, di Kampus Pasca Sarjana Unud di jalan Sudirman, Denpasar, Senin (9/3/2010).
Label:
Bumi 2012
Rabu, 10 November 2010
Peneliti Perbarui Kalkulator Kiamat
Apa yang akan terjadi jika sebuah asteroid dengan lebar 10km keluar dari langit dan membentur kota Anda? Para ilmuwan di Purdue University dan Imperial College London telah memperbarui kalkulator dampak asteroid sejak pertama dibuat pada 2004.
Pengguna dapat memasukkan rincian seperti diameter dan kepadatan. Program web kemudian memperkirakan skala bencana berikutnya, seperti ukuran kawah yanag akan terjadi.
Pengguna dapat memasukkan rincian seperti diameter dan kepadatan. Program web kemudian memperkirakan skala bencana berikutnya, seperti ukuran kawah yanag akan terjadi.
Label:
Bumi 2012
'Kiamat' Bangsa Maya ternyata Bukan 2012!
Film Hollywood yang berjudul 2012 sempat membuat kita semua ketar-ketir. Film besutan sutradara Roland Emmerich itu memanfaatkan mitos akhir penanggalan Bangsa Maya, 21 Desember 2012, sebagai hari kehancuran dunia.
Saat ini, tahun 2012 kembali disebut-sebut gara-gara terbit buku berjudul "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World" (Kalender dan Tahun II: Astronomi dan Waktu di Dunia Kuno dan Abad Pertengahan) terbitan tahun 2010.
Namun, jangankan soal kebenaran ramalan kiamat. Buku itu malah mengungkap perhitungan akhir kalender 'Long Count' Maya diduga kuat tidak akurat. Selisihnya bisa 50 sampai 60 tahun.
Bagaimana bisa?
Saat ini, tahun 2012 kembali disebut-sebut gara-gara terbit buku berjudul "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World" (Kalender dan Tahun II: Astronomi dan Waktu di Dunia Kuno dan Abad Pertengahan) terbitan tahun 2010.
Namun, jangankan soal kebenaran ramalan kiamat. Buku itu malah mengungkap perhitungan akhir kalender 'Long Count' Maya diduga kuat tidak akurat. Selisihnya bisa 50 sampai 60 tahun.
Bagaimana bisa?
Label:
Bumi 2012
Selasa, 09 November 2010
Refleksi: Nasib Planet Bumi setelah 2012
Tahukah Anda, setengah sungai dunia telah tercemar atau sangat berkurang airnya. Delapan puluh negeri yang memiliki 40% populasi dunia mengalami kekurangan air yang serius. Banjir, bencana alam, kekeringan sangat ditakutkan oleh penduduk Bumi sesungguhnya disebabkan oleh perbuatan pemiliknya sendiri. UNEP (Program Lingkungan Hidup PBB) mendesak agar menghentikan kegiatan yang merusak lingkungan sebelum terlambat, kata Klaus Toepler, politisi dan ahli lingkungan hidup asal Jerman.
Label:
Bumi 2012
Sabtu, 30 Oktober 2010
Setelah Merapi, Kini 8 Gunung Mulai "Meradang!"
Merapi adalah satu dari gunung berapi di negeri ini yang paling sering "batuk". Para ahli gunung berapi mengelompokannya dalam gunung berapi yang sering meletup itu dalam kategori A. Sedang gunung berapi yang tidak aktif dikelompokan dalam gunung kategori B.
Sejumlah gunung berapi tipe A itulah yang selama ini diawasi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Dengan meletusnya Gunung Sinabung yang masuk kategori B, Minggu 29 Agustus lalu, maka pemerintah juga sudah mewaspadai gunung kategori B.
Label:
Bumi 2012
Jumat, 17 September 2010
Skenario Akhir Dunia sudah Dekat
Seperti dikutip dari The Huffington Post beberapa tahun lalu, Sir Martin Rees Astronom Inggris menerbitkan buku berjudul ‘Our Final Century’ yang menyebutkan bahwa kemungkinan bahwa manusia akan bertahan hidup di abad ini tidak lebih dari 50%.
Saat ini, ahli biologi Frank Fenner bahkan mengatakan akhir dunia hampir pasti terjadi.
Label:
Bumi 2012
Gawat, Bumi Terus Memanas!
Secara global, temperatur rata-rata di bulan Juli adalah 16,5 derajat Celcius, berdasarkan keterangan Pusat Data Iklim Nasional di AS. Sebelumnya bulan Juli 1998 merupakan masa terpanas sepanjang sejarah yang dimulai satu abad lalu.
Periode Juli Januari ini merupakan 7 bulan pertama yang paling panas sepanjang sejarah dengan rata-rata temperatur 14,5 derajat Celcius. Di posisi kedua adalah masa Januari-Juli tahun 1998.
Label:
Bumi 2012
Sabtu, 04 September 2010
Gawat!!! Bulan Kini Makin Menyusut!
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bukti bahwa bulan kini makin menyusut! Lalu apakah bulan akan menghilang dari jagad raya? Mari kita simak penjelasan dari Thomas R Watters, seorang peneliti dari Pusat Studi Bumi dan Planet di Smithsonian’s National Air and Space Museum.
Label:
Bumi 2012
Kamis, 12 Agustus 2010
Pergeseran dan Pembalikkan Kutub di Tahun 2012
Oleh: Patrick Geryl
Pada 2012 pembalikan kutub akan terjadi di bumi. Ini artinya kutub utara akan berubah pindah ke kutub selatan. Secara ilmiah ini hanya bisa dijelaskan dengan fakta bahwa bumi akan berputar atau berotasi dengan arah sebaliknya, bersamaan dengan terjadinya bencana yang besarnya belum diketahui.
Pada 2012 pembalikan kutub akan terjadi di bumi. Ini artinya kutub utara akan berubah pindah ke kutub selatan. Secara ilmiah ini hanya bisa dijelaskan dengan fakta bahwa bumi akan berputar atau berotasi dengan arah sebaliknya, bersamaan dengan terjadinya bencana yang besarnya belum diketahui.
Di banyak buku-buku saya, saya mengungkap bencana alam yang sangat besar yang akan mendera bumi dalam beberapa waktu ke depan yang tidak terlalu lama lagi. Diasumsikan oleh sebagian besar orang dan ilmuwan secara umum bahwa bumi berotasi secara stabil, bagaimanapun juga, seperti di jelaskan pada apa yang saya kerjakan mengenai masalah ini, bahwa bukan itu masalah sebenarnya. Laporan-laporan mengerikan mengenai malapetaka yang terjadi sebelumnya seharusnya telah menjadikan semuanya lebih jelas.
Label:
Bumi 2012
Jumat, 06 Agustus 2010
Indonesia No. 2 Paling Berisiko Ditabrak Asteroid
Akhir-akhir ini kabar kimat makin santer saja, sebenarnya apakah bentuk ancaman terbesar kepunahan manusia? Banyak sekali jawabannya Tsunami, Gempa bumi, Badai topan, Gempa bumi, Nuklir Yang jelas Indonesia nomor dua paling berisiko.
Hasil penelitian dari Nick Bailey dan kawan-kawannya dari University of Southampton's School of Engineering Sciences menunjukkan dua hal penting. Pertama, ancaman bumi ditabrak sebuah asteroid semakin diterima sebagai bahaya bencana alam tunggal terbesar yang dihadapi oleh umat manusia. Kedua, sepuluh besar negara yang paling berisiko adalah China, Indonesia, India, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Italia, Inggris, Brazil dan Nigeria.
Hasil penelitian dari Nick Bailey dan kawan-kawannya dari University of Southampton's School of Engineering Sciences menunjukkan dua hal penting. Pertama, ancaman bumi ditabrak sebuah asteroid semakin diterima sebagai bahaya bencana alam tunggal terbesar yang dihadapi oleh umat manusia. Kedua, sepuluh besar negara yang paling berisiko adalah China, Indonesia, India, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Italia, Inggris, Brazil dan Nigeria.
Pertanyaannya, apakah benar asteroid merupakan bencana alam tunggal terbesar bagi manusia? Stephen Hawking, ilmuwan kondang dunia berpendapat bahwa salah satu faktor utama dalam kemungkinan kelangkaan kehidupan cerdas di galaksi kita disebabkan oleh tingginya probabilitas asteroid atau komet bertabrakan dengan planet.
Hawking menunjukkan dalam bukunya “Life in the Universe” di mana terjadi benturan komet Schumacher-Levi dengan Yupiter yang menghasilkan serangkaian bola api besar, dengan tinggi ribuan kilometer yang melontarkan "gelembung" panas hitam di atmosfer selama beberapa minggu. Bayangkan jika di planet Yupiter ada penduduknya seperti di bumi, apa yang akan terjadi dengan mereka? Sekalipun di Yupiter ada penduduk yang memiliki keecerdasan tinggi, maka sangat kecil kemungkinannya mereka bisa survive. Bagaimana dengan sejarah asteroid yang menghantam bumi? Sekitar 60 juta tahun yang lalu, terjadi katastrofi besar sehingga mahluk raksasa seperti dinosaurus juga musnah. Dengan demikian, kita sangat beruntung karena berkembangnya kehidupan cerdas di bumi hanya mungkin terjadi karena tidak ada tabrakan besar dalam 60 juta tahun terakhir. Berdasarkan berbagai simulasi tabrakan asteroid kecil dengan diameter hanya 1 km saja yang dibuat dengan software NEOimpactor, ada 10 negara yang paling besar risikonya dan Indonesia menempati urutan kedua di dunia. Saat galaxy kerdil Sagitarius melintasi tata surya kita setiap 250 juta tahun maka saat itu terjadi kepunahan spesies yang ada di bumi.. Tidak mustahil dalam dua tahun ke depan, akan lebih banyak komet menghantam bumi.
Jika demikian halnya, Indonesia harus bersiap-siap diri karena tidak mustahil 200 juta rakyat Indonesia akan musnah dan bukan hanya saja negeri besar kita menjadi sejarah, tetapi lebih buruk lagi, yaitu dilupakan sejarah. Mungkin sudah saatnya ilmuwan kita lebih mencermati hasil penelitian dari tim ilmuwan di atas.
sumber: http://blogneforfree.blogspot.com
Label:
Bumi 2012
Isu Tsunami Matahari NASA BOHONG !!
Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Bachtiar Anwar membantah ada ledakan besar di matahari pada 1 Agustus lalu. Dia pun menyangkal peristiwa tersebut sebagai tsunami matahari yang mengancam kehidupan di bumi. Menurut Bachtiar, ledakan di matahari baru-baru ini hanyalah letupan (flare) di bagian terluar sang Surya. Letupan itu tergolong kecil dengan skala C. “Istilah tsunami matahari itu tidak tepat,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa (3/8).
Observatory NASA mengabarkan, hari ini bakal terjadi sebuah ledakan besar matahari. Para astronom dari seluruh dunia menyaksikan suara besar di atas sunspot raksasa seukuran Bumi, yang terkait dengan letusan lebih besar di permukaan matahari.
Observatory NASA mengabarkan, hari ini bakal terjadi sebuah ledakan besar matahari. Para astronom dari seluruh dunia menyaksikan suara besar di atas sunspot raksasa seukuran Bumi, yang terkait dengan letusan lebih besar di permukaan matahari.

Label:
Bumi 2012
Selasa, 03 Agustus 2010
Benarkah "Tsunami Matahari" akan Terjadi Hari ini?
Benarkah "tsunami matahari" akan terjadi pada hari ini? Demikian pertanyaan yang timbul di benak saya setelah membaca artikel di KOMPAS.com hari ini, Selasa, 3 Agustus 2010. Mungkin Anda juga terbelalak & tidak percaya apa yang saya katakan ini. Coba silakan baca dan simak baik2 cuplikan artikel dari situs tersebut berikut ini.
Seperti dikutip dari Telegraph.co.uk, para ilmuwan memperkirakan tsunami matahari ini akan mencapai Planet Bumi pada hari ini. Dampaknya, langit di Kutub Utara dan Selatan bakal mengalami fenomena yang dikenal Aurora.
Seperti dikutip dari Telegraph.co.uk, para ilmuwan memperkirakan tsunami matahari ini akan mencapai Planet Bumi pada hari ini. Dampaknya, langit di Kutub Utara dan Selatan bakal mengalami fenomena yang dikenal Aurora.
Label:
Bumi 2012
Rabu, 14 Juli 2010
Penampakan Kubah Kiamat di Kutub Utara
Sebuah bangunan sangat kuat yang dibangun di Kutub Utara untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia resmi difungsikan. Fasilitas yang disebut sebagai Kubah Kiamat (Doomsday Vault) ini dibuat di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari kutub utara.

Kubah ini akan berfungsi untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia guna melindungi plasma nutfah. Harapannya, jika terjadi bencana besar yang melanda dunia, biji-bijian yang disimpan di kubah itu akan bisa menjadi sumber penyelamat manusia sebelum terjadi kelaparan.

Karena fungsi sebagai penyelamat manusia, maka kubah itu diberi nama Kubah Kiamat (Doomsday Vault). Kubah tersebut terletak di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari Kutub Utara.

Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menyebut bahwa Svalbard Global Seed Vault merupakan kebijakan penyelamatan kami. “Ini adalah ‘Bahtera Nuh’ untuk melindungi keragaman biologi generasi masa depan,” ujar Jens Stoltenberg dalam upacara peresmian kubah itu.

Acara yang monumental tersebut juga dihadiri oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manual Barroso, dan penerima Nobel Perdamaian 2004, Wangari Maathai, dari Kenya.

Setelah diresmikan, kubah yang berada di dalam perut gunung sedalam 127,5 meter ini akan menyimpan cadangan bibit dari ratusan bank benih dari seluruh dunia. Ruangan di dalamnya dapat memuat 4,5 juta sampel benih

Kubah yang pembangunannya memakan biaya US$9,1 juta-hasil kerja sama Global Crop Diversity Trust, lembaga yang didanai badan PBB untuk urusan pangan atau FAO (Food and Agriculture Organization) dan Biodiversity Internasional yang berbasis di Roma, Italia-diharapkan benar-benar bisa jadi solusi masa depan demi kelangsungan kehidupan manusia.
Label:
Bumi 2012
Minggu, 27 Juni 2010
Cara Menyelamatkan Diri dari Badai Matahari
Puncak siklus magnetis 22 tahun dan 11 tahun siklus bintik matahari akan terjadi pada 2013. Lalu bagaimana cara menyelamatkan diri dari badai ini?
Ilmuwan NASA telah memperingatkan cuaca luar angkasa ini dapat berdampak bagi bumi.
“Kita tahu bahwa ini akan segera datang namun kita tidak tahu seberapa buruk hal tersebut berlangsung,” ujar Dr Richard Fisher, direktur divisi Heliophysics dari NASA, kepada Daily Telegraph.
Ia menambahkan persiapan mungkin sama dengan terjadinya badai. Meskipun pihak berwenang mengatahui kejadian ini semakin dekat, namun tidak dapat ditebak seberapa serius masalah tersebut.
Brikut tips untuk menjaga diri dan keluarga selama badai geomagnetis dikutip dari Wired.
Beli sangkar Faraday.
Sangkar Faraday adalah sebuah lampiran materi yang menghalangi bidang listrik statis eksternal. Jika konduktor cukup tebal namun lubang lebih kecil dibandingkan panjang gelombang radiasi elektromagnetik yang masuk, maka radiasi tidak akan mampu melewatinya.
Bentuk sangkar itu menjadi alasan mengapa telepon tidak bekerja di dalam beberapa bangunan dan lift, mengapa gelombang mikro tidak melukai, dan mengapa satu potongan timah di kantung atau tas dapat terdeteksi RFID.
Simpan uang Anda di bawah kasur
Sebagian besar bank modern dijalankan dengan sistem elektronik. Uang Anda sebenarnya dicatat di datatabe komputer dan berlokasi di berbagai wilayah. Jika bencana hanya terbatas pada area tertentu, maka tidak menyebabkan banyak masalah.
Namun, kebijakan tersebut tidak dapat dapat dilakukan jika berlangsung secara global. Jika database terganggu karena percikan magnetis matahari, maka begitu pula dengan uang Anda. Maka lebih aman untuk menyimpan uang Anda untuk sementara, bukan di database.
Miliki generator
Medan Daya di Eropa Utara, khususnya Inggris sebenarnya cukup rentan. Gelombang magnetis dengan mudah dapat mengalahkan listrik yang dibangun seluruh dunia. Badai 1989, diperkirakan kurang kuat dibandingkan peristiwa 2013, telah merusak jaringan listrik Hydro-Quebec sehingga menyebabkan satelit lepas kendali dan menghentikan semua bentuk perdagangan di bursa Toronto.
Jangan beribur
Pergi jauh dari rumah tanpa sumber energi lebih berisiko dibandingkan berada di rumah. Bagian dalam pesawat pada dasarnya adalah sebuah sangkar Faraday, tempat penyimpanan medan magnet yang akan menyebabkan kerusakan di dalam sistem navigasi pesawat. Oleh karena itu, sulit atau mustahil bagi pesawat untuk melakukan penerbangan.
Berpergian
Kematian benda elekronik akan terjadi kapanpun tanpa pemberitahuan, sehingga berisiko bila pergi ke suatu tempat dengan kendaraan saat lampu lalu lintas tidak dapat digunakan, ataupun lampu jalan tidak berfungsi.
Perhatikan sekitar
Badai elektronik yang besar akan menciptakan aorora yang luar biasa. Dan ini tidak hanya terlihat di kutub. Selama badai 1989, namun aurora borealis juga terlihat di daerah selatan dan aurora 1859 dianggap paling spektakuler sepanjang sejarah.
Sumber: www.inilah.com
Label:
Bumi 2012
Dampak Solar Maksima 2012
Apa yang akan terjadi di bumi jika badai solar maksima muncul pada 2012? Mengapa solar maksimum kali ini menjadi penting? Yang pasti akan ada kesusahan besar.
Sejak tahun 1996 penggunaan satelit untuk berbagai kepentingan sangat mendominasi kehidupan sehari-hari.
Apabila terjadi solar maksima yang besar, semua satelit yang ada akan luluh lantak dan tidak berfungsi. Bukan itu saja, penyaluran listrik juga akan terkena dampaknya sehingga bumi akan sama sekali gelap tanpa listrik.
Kelihatannya hal itu sederhana, namun ketiadaan komunikasi dan energi akan menyebabkan meledaknya kekacauan global. Jika kita tidak melakukan langkah persiapan, maka akan ada kesusahan besar. Kesusahan seperti apa saja? Sangat banyak dan beberapa di antaranya sebagai berikut:
Pertama, sistem elektronik bank tidak berfungsi, dan akses untuk mendapatkan uang tertutup. Logam seperti emas, nikel, tembaga, nikel akan menjadi alat tukar, dan uang nilainya sama dengan kertas toilet
Kedua, ketiadaan listrik menyebabkan transportasi yang membawa bahan bakar terhambat. Industri yang membutuhkan listrik dan bahan bakar serta air otomatis tutup. Pabrik pengolah makanan akan runtuh sehingga distribusi pangan terhenti sama sekali.
Ketiga, ribuan pasien di rumah sakit yang dalam keadaan kritis tidak dapat memperoleh pertolongan karena tidak adanya peralatan yang berfungsi.
Keempat, pemerintah tidak berfungsi karena semua fasilitas komunikasi, pangan, energi tidak berfungsi.
Kelima, masyarakat kebingungan dan panik serta kelaparan. Tidak berapa lama kemudian pandemik akan muncul, dan peradaban kita akan mulai lagi dari nol.
*) Richard Claproth adalah lulusan geologi ITB dan pakar ilmu bumi bergelar Ph.D dari University of Wollongong Australia. Pria yang meyakini sains dan spiritualitas benar-benar bisa selaras ini, juga penerima beasiswa dari UNESCO di International Institute for Research in Geothermal Science Pisa Italia.
sumber: www.inilah.com
Label:
Bumi 2012
















