Setiap perempuan pasti memiliki berbagai impian dalam hidupnya. Misalnya, bisa memasukkan anaknya ke universitas, 20 tahun. Bisa membeli rumah, 5 tahun lagi. Bisa membuka bisnis restoran, 10 tahun lagi. Atau, liburan keluarga, 5 tahun lagi.
Namun, karena terseret arus keuangan yang salah, berbagai impian ini sulit dicapai. Bayangkan, bila yang ada di pikiran kita adalah: weekend, berarti makan di restoran. Gaji masuk, berarti waktunya belanja. Masih ada sisa uang, bisa dipakai untuk membeli perabotan. Alhasil, baru dua minggu, gaji sudah habis. Tiap bulan keuangan minus, bahkan menumpuk utang.



























