Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juli 2010

Bahaya Hembusan AC dan Kipas Angin

Suhu AC yang kelewat dingin dan semburan udaranya yang langsung mengenai wajah, kepala, dan leher dalam waktu lama (misalnya saat tidur malam), menyebabkan beberapa gangguan saraf. Semburan udara langsung tersebut bisa dari AC dan kipas angin. Menurut Dr. Wendra Ali.Sp.S, spesialis saraf di RS Internasional Bintaro, berbagai gangguan itu antara lain:
www.haxims.blogspot.com
Bell’s palsy (kelumpuhan wajah sesisi)
Penyakit ini menyebabkan terjadinya pembengkakan saraf wajah (saraf ke-7)satu sisi.Biasanya penderita akan merasa salah satu matanya pedih ketika cuci muka, karena mata itu tak dapat dipejamkan. Ia juga sulit berkumur, mulutnya miring/mencong, bicaranya pelo, saat minum airnya akan meler, dan pengecapan lidah berkurang.
Penemuan terakhir menunjukkan adanya kemungkinan infeksi virus yang terbawa oleh udara atau angin. Penyakit ini sering dijumpai dan biasanya menyerang remaja dan dewasa muda. Bila terjadi pada orang tua harus dipikirkan kemungkinan gejala stroke. Bell’s palsy dapat disembuhkan bila cepat ditangani. Terapinya bisa dengan obat antiinfla-masi/antiedema, antivirus dan vitamin saraf. Penderita juga harus melakukan senam muka (facial exercise). Pasien biasanya akan pulih dalam waktu 1 – 6 minggu.
Tortikolis (leher tengeng/salah bantal)
Penyakit ini biasanya terjadi saat orang bangun tidur. Penderita merasa lehernya kaku, tidak bisa menengok kesatu sisi, juga nyeri seperti disetrum bila dipaksakan bergerak.
Bila bicara atau batuk akan terasa sakit. Penyakit ini dapat diobati dengan suntikan pada titik-titik nyeri di leher serta pemberian obat antiradang. Bila perlu bisa dilakukan terapi pemanasan.
Frozen shoulder (bahu beku)
Penyakit ini biasanya timbul di saat bangun tidur pagi. Penderita tidak sanggup menggosok gigi dan menyisir rambut karena pergelangan bahunya terasa sakit bila lengan diangkat atau digerakkan. Bila tidak diobati tentu akan membatasi pergerakan bahu, dan bila penyakitnya menahun perlu dilakukan tindakan operasi. Pengobatannya terdiri dari pemberian obat anti-radang, anti nyeri dan suntikan pada pergelangan bahu. Juga perlu terapi pemanasan ditambah latihan bahu.
Carpal tunnel syndrom
Adalah penyakit dengan gejala kesemutan dan nyeri pada tangan terutama 3 pertama (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Gejala akan lebih terasa pada malam hari dalam ruang ber-AC. Gejala itu disebabkan adanya pembengkakan saraf yang melewati terowongan di pergelangan tangan. Penyakit ini dapat disembuhkan bila cepat ditangani. Dr. Wendra menambahkan, suhu dingin AC berbahaya bagi penderita rematik. Pada penderita migren pun AC bisa memicu kekambuhan

Sumber: http://haxims.blogspot.com

Jumat, 09 Juli 2010

Cara Unik Mengukur Tingkat Stress

Photobucket


Apakah rutinitas Anda sehari-hari yang padat dan melelahkan membuat Anda stress? dan apakah Anda dapat mengendalikan stress tersebut sehingga membuat diri Anda menjadi lebih baik atau malah sebaliknya. Lalu bagaimana cara untuk mengetahui apakah diri kita mengalami stres dan juga tingkatan stress yang dapat kita tangani ? Kalau begitu, Anda bisa mencoba cara unik untuk mengetahui dan mengukur tingkat stress yang dapat ditangani dan diatasi oleh seseorang dengan hanya memandang dan fokus pada gambar berikut ini.
Silahkan perhatikan 2 gambar berikut:

Kamis, 08 Juli 2010

Cara Menghilangkan Stress dalam Sekejap!

Kalau udah stress bawaannya ngantuk bener di kantor, mau tidur ga bisa, mau jalan jalan ga bisa…
Ni ada cara buat ngilangin tasa kantuk itu. Cukup 7 menit aja dan matikan telepon anda, ayo ikuti senam ringan ini… gerakan yang betul yaaa…

Ini ala taichi dikit.. sebagai intro n warming up..

Tirukan gaya spt ni… Untuk mengendurkan otot bahu dan leher..

wa..wa.. aaaakula pahlawan bertopeng

Selasa, 01 Juni 2010

12 Fakta menarik Tentang Tertawa

 
Tahukah Anda manfaat dan fakta aneh dibalik tawa? Berikut 12 fakta di balik tawa seperti dilansir situs Genius Beauty,

1. Bayi tidak bisa tertawa sampai mereka mencapai usia tiga bulan
2. Tertawa selama 10-15 menit bisa membakar banyak kalori
3. Tertawa mampu mengeluarkan udara di dalam paru-paru dengan kecepatan 60 mph
4. Ada 17 otot wajah yang digunakan untuk tersenyum, sedangkan mengerutkan kening butuh 47 otot wajah
5. Seseorang yang sering tertawa bahagia memiliki risiko penyakit jantung 40 persen lebih rendah dibanding orang yang murung
6. Percayakah Anda, ada tanaman yang disebut bunga tawa. Begitu melihatnya Anda akan tertawa seperti orang gila selama setengah jam
7. Tertawa 17 menit per hari dipercaya memperpanjang waktu hidup selama satu hari
8. Rata-rata anak berusia enam tahun tertawa 300 kali sehari. Ketika kita tumbuh tua kita tersenyum dan tertawa hanya 15 kali sehari.
9. Senyuman pelayan bisa membuat pelanggannya memberikan tips tambahan.
10. Baik untuk perut, jika Anda tertawa selama satu jam tanpa henti.
11. Dengan tersenyum. Model iklan american Gordon Todd menikmati senilai $ 4.000
12. Orang yang tinggal di Brazil dan Kuba lebih banyak tersenyum dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Skandinavia.

sumber: http://woamu.blogspot.com

Kamis, 13 Mei 2010

Supaya Tak Lagi Mengantuk di Siang Hari


Hampir semua orang pernah merasa mengantuk di siang hari. Namun, bagi sebagian orang, rasa kantuk berlebihan bisa mengganggu pekerjaan, aktivitas, bahkan liburan. Kelebihan rasa kantuk di siang hari bisa juga disebut dengan hypersomnia, keadaan rasa kantuk datang berulang, yang membuat seseorang ingin tidur siang berkali-kali.

Tak mengherankan, masalah semacam ini biasanya dimulai di malam hari. Bahkan hanya dengan melewatkan beberapa waktu tidur di malam hari, atau waktu tidur sering terganggu saja sudah bisa menyebabkan kelelahan dan menurunkan mood. Kebiasaan tidur yang tidak baik bisa menajdi penyebab kantuk di siang hari. Sebelum ini menjadi masalah yang lebih parah, cobalah untuk melakukan 12 langkah berikut untuk memperbaiki waktu tidur di malam hari Anda.

Inilah Cara Mempertajam 8 Inteligensia Anda



Prof Howard Gardner dari Harvard University menyebutkan bahwa inteligensia manusia meliputi inteligensia linguistik, logis matematis, visual spatial, kinestetik, musikal, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal. 

Kedelapan inteligensia ini bisa dan perlu dilatih sehingga otak kita bisa bekerja optimal.  Semua jenis inteligensia ini bisa dioptimalkan dengan latihan banyak hal yang berbeda-beda. Pemanfaatan delapan inteligensia ini berarti menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan kiri. 

1.    Inteligensia linguistik. Dipertajam dengan banyak membaca, melakukan permainan kata, misalnya pelesetan, berpuisi, berlatih diskusi, dan mengungkapkan sesuatu.

2.    Inteligensia logis matematis. Dimaksimalkan dengan membuat rencana rinci anggaran belanja dan pendapatan pribadi, keluarga, atau perusahaan, menghitung setiap ada kesempatan atau apa pun latihan daya ingat yang terkait dengan bilangan.

3.    Inteligensia visual spasial. Diasah dengan latihan mencorat-coret, menggambar, membaca peta, bermain jigsaw, membongkar benda dan memasang kembali, melakukan apresiasi seni, membuat diagram saat menjelaskan gagasan, membuat denah daerah atau rumah.

4.    Inteligensia kinestetik. Ditempa dengan melakukan olah fisik secara teratur, membuat prakarya, berlatih menari atau berdansa, berlatih mengekspresikan diri dengan gerakan tangan atau bahasa tubuh lain.

5.    Inteligensia musik. Dikembangkan dengan berlatih memainkan alat musik, menyanyi dengan suara tidak sumbang, mengingat irama lagu, bersiul atau menggumamkan irama lagu, mengingat bunyi tertentu.

6.    Inteligensia naturalis. Dilatih dengan mencintai binatang, mengenal berbagai nama jenis pohon, bunga, tanaman, mempelajari cara kerja tubuh, kehidupan margasatwa, meminati isu-isu sosial, psikologi, biologi, ekologi, dan mempelajarinya.

7.    Inteligensia interpersonal. Dikembangkan dengan bergaul, meminati olahraga tim seperti sepak bola, basket, bridge, membina persahabatan, berlatih berorganisasi, belajar bekerja sama dengan orang lain.

8.    Inteligensia intrapersonal. Dilatih dengan mencari waktu untuk menyendiri, merefleksikan hidup, mengembangkan minat dan hobi, mencoba memahami diri, menetapkan visi dan misi pribadi, mengikuti berbagai latihan untuk mengembangkan diri. 

Melatih otak tidak sekadar mengingat. Justru dengan berbagai macam kegiatan yang kita jalani setiap hari, otak akan semakin berkembang karena otak adalah pusat aktivitas dan hidup manusia.  Aktiflah selalu, makin aktif makin encer otak Anda.

Sumber: KOMPAS.com

11 Teknik Mengasah Otak



Para ilmuwan dari University of California, Berkeley, AS, pernah meneliti otak tikus. Mereka menemukan, otak tikus tumbuh sebesar 4 persen saat mereka dipaksa menjalankan tugas mental setiap hari, misalnya mencari jalan keluar dari lorong yang berliku, memanjat tangga, dan bersosialisasi dengan tikus lain.

Nah, otak tikus saja bisa dilatih untuk tumbuh, apalagi otak manusia. Makin dilatih, otak kita pasti kian tajam. Kehilangan daya ingat dalam jumlah tertentu pada usia berapa pun adalah wajar, sama seperti terjadinya perubahan pada organ tubuh lain. Yang penting, jangan malas untuk rajin melatih otak kita agar daya ingat tetap kuat sepanjang masa.

Mau Otak Encer? Jadilah Orang Aktif!


Mengembangkan kecerdasan atau inteligensia tidak hanya dengan membaca, menghitung, atau mengingat. Semua aktivitas, termasuk bergaul, olahraga, bermain, mampu meningkatkan kerja otak. Makin aktif dalam banyak hal, makin encer otak kita.

Kita sering mengaitkan sifat pelupa dengan usia tua. Padahal, faktanya tak selalu demikian. Di satu perusahaan kecil saja bisa ada dua teman yang sering lupa. Kalau tidak ketinggalan kunci kendaraan, jam tangan, kacamata, ya biasanya telepon genggam. Yang satu sudah berusia lebih setengah abad, jadi banyak orang memakluminya. Yang seorang lagi? Belum 30 tahun!

Ya memang. Seiring bertambahnya usia, akan menurun pula fungsi tubuh, semisal reaksi refleks menurun, kulit tidak lagi kencang, pigmen rambut menipis sehingga beruban, otot mengempis dan tak kenyal lagi.

Hal yang sama juga terjadi pada otak. Khususnya mulai usia 45 tahun, otak akan kehilangan sekitar 50.000 sel setiap hari dari cerebral cortex, yaitu bagian otak yang paling pintar. Kemampuan hippocampus, wilayah otak tempat memproses memori, juga mulai menurun.

Pada usia 70-an, volume otak mengalami penurunan 10 persen tiap 10 tahun. Di usia 80 tahun, penurunan volume otak mencapai 20 persen.

Seperti kulit jeruk
Bentuk otak manusia tidaklah menarik. Lapisan luar tampak keriput menyerupai kulit jeruk yang sudah layu dan kelihatan bagai jalanan kecil yang berputar-putar. Itulah labirin saraf yang ruwet dengan pembuluh darah dan miliaran sel supermini yang disebut neuron.

Neuron atau sel-sel otak ini mirip gurita dengan nukleus dan sejumlah besar tentakel yang menyebar ke segala arah. Setiap tentakel memiliki ribuan tonjolan mirip bantalan pengisap, yang juga menuju segala arah.

Neuron bekerja sedemikian rupa dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada tiga bagian khusus neuron yang mengatur cara kerjanya. Pertama, tindakan yang berhubungan dengan dunia luar seperti melihat pemandangan, mendengarkan musik, merasakan panasnya sinar matahari, menyentuh buku, atau mengecap makanan.

Kedua, hal-hal yang berkaitan dengan otot, gerakan, dan sebagainya. Ketiga, yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, mengingat, membayangkan, dan berimajinasi.
Seorang pakar neuron dan Direktur The Royal Institution, London, Prof Susan Greenfild menyebutkan bahwa satu neuron dapat mengirimkan transmisi kimia 500 kali dalam satu detik. Sementara tiap transmisi memiliki fungsi yang berbeda.

Yang terpenting adalah perlu adanya informasi auto-dialing yang teratur atau tetap untuk membentuk sistem saraf. Jaringan komunikasi sistem saraf inilah yang menandai kemampuan intelektualitas seseorang. Semakin banyak tonjolan tentakel dan semakin rapat, makin cepat pula terjadinya transmisi pesan antarsel otak.

Bila tidak ada masalah atau hambatan dalam pembentukan jaringan saraf (misalnya akibat obat bius, infeksi virus, dan malanutrisi), kecuali karena usia tentu saja, kita perlu sadar bahwa proses penyusutan volume otak bukanlah sesuatu hal yang patut dikhawatirkan.

Tak seperti komputer
Sama seperti organ lain, misalnya otot, bila tidak dilatih penggunaannya, kemampuan otak akan menurun drastis. Sebaliknya, otak yang sering digunakan akan lebih kuat. Tidak seperti komputer yang memiliki keterbatasan, otak justru kian tajam bila diasah dan ditambah data terus-menerus.

Seperti bank data, lapisan atas otak (neokorteks), tempat bersemayamnya inteligensia, terbuat dari 15 juta sel otak yang saling berinteraksi dalam aliran listrik yang bergerak cepat. Setiap informasi yang disimpan di lapisan atas otak segera akan dilapisi oleh cairan otak yang disebut myelin. Myelin berperan penting dalam mengingat kembali data tersebut.

Sama seperti jaringan saraf, makin sering proses mengingat dan berpikir diulang, makin tebal lapisan myelin yang terbentuk. Akibatnya, makin tinggi pula kemampuan untuk mengingat. Bila tidak diulang atau digunakan, lapisan myelin bisa hilang.

Otak kiri dan kanan
Otak memiliki dua belahan, kiri dan kanan. Kedua bagian ini secara biologis memiliki struktur identik dan bekerja harmonis. Namun, fungsinya sangat berbeda dan mengatur bagian tubuh yang berlainan pula.

Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan dan otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Luka pada otak kiri bisa menyebabkan kelumpuhan pada tubuh bagian kanan, dan sebaliknya.

Otak kiri mengurus soal angka, logika, organisasi, dan hal lain yang memerlukan pemikiran rasional, alasan-alasan dengan pertimbangan deduktif dan analitis. Bagian ini digunakan untuk berpikir tentang hal yang sifatnya matematis dan ilmiah.

Sementara otak kanan mengurus wilayah pemikiran abstrak yang penuh imajinasi, misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiran lain yang butuh kreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistik. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis.

Semula kecerdasan hanya dikaitkan dengan penguasaan dalam bidang akademik, yang terbatas pada kemampuan membaca, menulis, dan aritmatika. Padahal, ketiga kemampuan ini adalah kerja otak kiri saja.

Sementara kemampuan melukis, musik, olahraga, dan lainnya tidak dianggap sebagai kecerdasan. Tak heran kalau banyak ahli otak menyatakan, sebagian besar orang tidak mengoptimalkan kemampuan otak mereka.

Sinergi di antara kedua belahan otak ini akan menghasilkan otak sejenius otak orang-orang macam Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa Edison, Beethoven, dan lain-lain.

Pantas saja kalau penulis buku The Unschooled Mind: How Children Think and How Schools Should Teach (Basic Books, 1991) dan Multiple Intelligences: The Theory in Practice (Basic Books, 1993), Prof Howard Gardner dari Harvard University, menyebutkan bahwa inteligensia manusia itu meliputi inteligensia linguistik, logis matematis, visual spatial, kinestetik, musikal, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal.

Kedelapan intelegensi ini bisa dan perlu dilatih sehingga otak kita bisa bekerja optimal. Sudah diberi yang bagus harus dimanfaatkan, bukan?

Sumber: KOMPAS.com

Selasa, 11 Mei 2010

Tidur Kurang dari 6 Jam Bisa Cepat Mati



 Apakah waktu tidur malam Anda kurang dari enam jam setiap hari? Jika iya, Anda harus berhati-hati karena tidur malam kurang dari enam jam per hari bisa berujung pada kematian dini.

Tim peneliti Inggris dan Italia mengingatkan orang yang tidur kurang dari enam jam berisiko lebih tinggi daripada orang yang tidur 6-8 jam per hari. Tim riset meneliti hubungan antara waktu tidur dan tingkat kematian di Inggris, Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Timur.

Menurut mereka, berbagai penyebab kematian dini sebenarnya bersumber pada kekurangan waktu tidur atau terlalu lama tidur. Idealnya, setiap malam orang tidur 6-8 jam.

"Masyarakat modern makin kurang waktu tidurnya. Hal ini lebih banyak terjadi pada karyawan full time karena ada tekanan dan kebutuhan bekerja lebih lama," kata Francesco Cappuccio, Direktur Program Tidur, Kesehatan, dan Masyarakat di University of Warwick, Inggris. 
Sumber: KOMPAS.com

9 Tip Agar Tidur Lebih Nyenyak



“Tidur nyenyak adalah dasar yang kuat untuk kesehatan mental dan fisik,” kata David Simon, MD, Direktur Medis The Chopra Center di Carlsbad, California, AS. Sel-sel tubuh kita membutuhkan istirahat untuk berfungsi optimal.

Sayangnya, jutaan orang menderita insomnia sehingga kelelahan, kurang awas mental, dan lemah secara fisik. Untuk menikmati tidur nyenyak, ikuti tip ini:

1.    Jangan makan malam terlalu kenyang
Usahakan makan malam di bawah pukul 19.00 sehingga Anda tidak tidur dalam keadaan perut penuh.

2.    Kurangi kegiatan yang menyita mental setelah pukul 20.30

3.    Matikan lampu mulai pukul 22.30
Jika belum terbiasa tidur pada jam ini, majukan waktu tidur setengah jam lebih awal setiap minggu sampai akhirnya Anda biasa tidur pukul 22.30

4.    Mandi air panas sejam sebelum tidur
Teteskan minyak esensial lavender, vanila, atau cendana ke dalam air mandi untuk membuat Anda lebih rileks. Redupkan lampu dan pasang terapi aroma. Jika memungkinkan, dengarkan musik yang lembut dan menenangkan.

5.    Minum air hangat
Bisa berupa susu atau teh chamomile.

6.    Menulis buku harian
Sesaat sebelum tidur, download isi pikiran Anda yang begitu aktif ke dalam buku harian, sehingga kepala Anda tidak terlalu penuh lagi.

7.    Baca buku

Jangan pilih novel dramatis atau bacaan yang membutuhkan pemikiran. Pilih buku yang memberi inspirasi.

8.    Rasakan tubuh Anda
Ketika sudah berbaring di tempat tidur, tutup mata dan rasakan tubuh Anda. Dengan cara itu, Anda membawa perhatian ke tubuh. Jika ada ketegangan di bagian tubuh tertentu, bawa rileks daerah itu.

9.    Perhatikan napas sampai tertidur
Tindakan ini bisa membantu, mengingat Anda masih berbaring di tempat tidur. Diam-diam amatilah napas. Saat itu aktivitas metabolisme berada dalam keadaan lambat, sama seperti ketika kita tidur nyenyak. 

Sumber: KOMPAS.com

Tidur Semakin Sulit Saja



Cara melarikan diri dari stres kehidupan dan mengembalikan stamina yang paling baik adalah tidur. Melalui tidur, tubuh akan beristirahat dan sel-sel akan diregenerasi. Namun, ternyata tidur bukan pekerjaan sederhana. Tekanan pekerjaan dan gaya hidup serba cepat membuat banyak orang mengalami insomnia.

Ada yang sering merasa sulit tidur, terjaga dari tidur beberapa kali dan sulit untuk tidur kembali, atau bangun terlalu dini, serta tidur yang tidak menyegarkan. Di Indonesia, diperkirakan 10 persen penduduk menderita insomnia. "Insomnia sering tidak terdiagnosis dan tidak diobati," kata dr Nurmiati dari FKUI RSCM Jakarta.

Insomnia yang berlangsung kurang dari seminggu, disebut juga dengan transien insomnia, bisanya disebabkan oleh stresor akut, perubahan sirkadian, jet lag dan kerja gilir (shift work). Selanjutnya insomnia yang berlangsung selama 1-4 minggu disebut juga dengan insomnia jangka pendek. Penyebabnya bisa karena stresor yang berlangsur terus dan obat-obatan.

Sementara insomnia yang sudah berlangsung lebih dari sebulan atau insomnia kronik biasanya disebabkan gangguan kimia otak, hormon, atau gangguan psikiatri seperti kecemasan atau depresi. "Saat kena stresor, hormon stres akan  meningkat dan melatonin berkurang. Akibatnya kita sulit tidur," kata dr Nurmiati.

Insomnia tentu tak bisa diabaikan karena dapat berdampak merugikan. Kekurangan tidur bisa mengganggu produktivitas, menyebabkan kelelahan, mengurangi daya ingat, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan. Namun yang perlu diwaspadai adalah gangguan fisik yang ditimbulkan akibat insomnia.

Tidur merupakan kebutuhan primer, gangguan tidur akan mengurangi daya tahan tubuh sehingga berpeluang menculnya beragam penyakit. "Saat tidur terjadi perbaikan metabolisme otak, sistem imun meningkat, serta terjadi konsolidasi memori yang baru didapat dan mempertahankan memori yang lama sehingga ingatan kita lebih baik," ujar dr Nurmiati.

Penanganan insomnia, menurut Nurmiati, harus dilakukan secara komperhensif, baik secara medis maupun nonmedis. "Yang utama adalah mencari penyebabnya dulu dan mengobatinya. Misalnya dicari sumber stres atau kecemasannya," katanya. Bila itu menjadi pemicunya, biasanya insomnia tidak berlangsung lama.

Bila insomnia sudah berlangsung lama dan terapi relaksasi tidak menimbulkan keberhasilan, perlu penanganan profesional. Dokter akan memberi pengarahan jenis insomnia yang diderita dan memberi penanganan psikoterapi dan farmakoterapi yang sesuai.

Sumber: KOMPAS.com