Selasa, 09 November 2010

Refleksi: Nasib Planet Bumi setelah 2012

Tahukah Anda, setengah sungai dunia telah tercemar atau sangat berkurang airnya. Delapan puluh negeri yang memiliki 40% populasi dunia mengalami kekurangan air yang serius. Banjir, bencana alam, kekeringan sangat ditakutkan oleh penduduk Bumi sesungguhnya disebabkan oleh perbuatan pemiliknya sendiri. UNEP (Program Lingkungan Hidup PBB) mendesak agar menghentikan kegiatan yang merusak lingkungan sebelum terlambat, kata Klaus Toepler, politisi dan ahli lingkungan hidup asal Jerman.

Memang UNEP telah melakukan gerakan sejak 1972 dengan menegaskan penggunaan emisi bahan kimia yang memungkinan pemulihan lapisan ozon yang rusak. Selain itu, program pengelolaan hutan, seperti yang di Amerika Serikat, Finlandia, Kanada, dan Norwegia menjamin dampak panenan kayu yang berlebihan akan berkurang.

Hukum Cause and Effect

Ada rumus penting yang juga merupakan hukum alam semesta. Nama hukumnya adalah Sebab Akibat. Pepatah mengatakan "Ada gula, ada semut" atau "tak ada asap jika tidak ada apinya." Begitu pula dengan hukum sebab akibat.

Siapa yang tidak ingin planet kita menjadi lebih baik, lebih bersih, lebih nyaman, lebih indah? Ini yang ironis ... kesadaran untuk menjaga kebersihan, kesehatan sungai, kesehatan hutan masih sangat minim.

"Apapun yang terjadi di alam semesta ini terjadi akibat hukum Sebab Akibat. Semua akibat yang di alami terjadi akibat sebab yang konsisten."

Memanfaatkan hukum Cause and Effect

Manusia diberi akal yang powerful untuk merubah apapun yang kita inginkan. Manusia bisa mengubah yang tidak ada menjadi ada. Mengubah hutan menjadi pencakar langit, merubah pasir menjadi kaca, merubah alang-alang menjadi taman yang indah.

Apakah kita bisa merubah Bumi ini? Jawabannya, YA. Selama CAUSE untuk menciptakan keindahan, kebersihan, hutan yang sehat lebih besar dari EFFECT banjir, bencana alam, dan kerusakan ekosistem lainnya.

Bagaimana dengan bisnis Anda?


Di bisnis terjadi kondisi yang sama. Pengusaha menginginkan profit yang besar, namun gagal menciptakan kondisi yang menciptakan penyebab dari profit lebih besar daripada kerugian. Penyebab kerugian banyak disebabkan oleh:
- Tidak adanya kordinasi antar anggota team.
- Tidak ada laporan yang membantu pengusaha untuk mengendalikan kebocoran bisnis.
- Tidak adanya rencana tertulis.
- Team dan manager malas berpikir kritis.
- Tidak ada yang berinisiatif melakukan market research.
- Kurang kontrol yang mengakibatkan kebocoran pada operasional bisnis.
- Tidak ada strategi yang di eksekusi.
- Tidak melakukan inovasi.

Tuhan menciptakan hukum alam yang sangat sederhana.

Cause > Effect

Pastikan ciptakan penyebab yang powerful agar Anda dapat menghasilkan efek yang luar biasa. Aplikasikan hukum alam ini di kesehatan, bisnis, keluarga, dan segala keinginan yang menjadi impian Anda, demi generasi mendatang.

Semoga mulai hari ini Anda dan team mulai setia menciptakan sebab-sebab yang bermanfaat dengan kesadaran penuh.

Salam Pencerahan!

sumber: http://m.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/3665/Nasib_Planet_Kita_Setelah_2012/

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar Anda