Kamis, 12 Agustus 2010

Dikubur Hidup-hidup 1500 Tahun Lalu Dihidupkan Kembali

jasad wanitaDengan ukuran tubuh di bawah standar ukuran pada umumnya, perempuan bertubuh langsing ini tergolong sebagai perempuan berparas cantik pada zamannya. Berbekal teknologi modern untuk pertama kalinya, beberapa arkeolog Korea Selatan telah berhasil menyusun ulang rupa dari seorang pelayan wanita yang hidup 1.500 tahun lalu.

“Kami telah beberapa kali mengadakan ekskavasi dan menemukan tulang manusia pada masa lampau, tetapi baru kali ini kami berhasil melacak rupa utuh dari jasad yang ditemukan,” kata Kang Soon-hyung, Direktur Institut Riset Nasional Warisan Budaya Gaya.

Rupa dalam keadaan utuh seakan wujud pada masa hidupnya ini diyakini sebagai gadis berusia 16 tahun yang pernah menetap bersama kalangan keluarga berkuasa pada masa Kerajaan Gaya pada abad keenam. Namun, paras cantik yang dimiliki gadis ini tidak dapat menyelamatkannya dari kekejaman yang mengukungnya setelah kalangan periset meyakini bahwa gadis tersebut tewas mengenaskan akibat dikubur secara hidup-hidup bersama tuannya yang telah meninggal dunia.

Kenapa Anak selalu Bertanya MENGAPA?

Setiap orangtua pasti mendapati anaknya yang selalu bertanya ‘Mengapa’ setiap kali menemukan sesuatu yang baru. Yang terkadang mengharuskan orangtua bersabar dan menjawab dengan bijak. Kenapa anak-anak selalu bertanya ‘Mengapa’?

Kondisi ini adalah salah satu tahapan yang hampir pasti dilalui oleh semua anak-anak, saking seringnya bertanya orangtua terkadang kewalahan atau bahkan emosi sambil berkata ‘Jangan nanya terus’.

Tentu saja hal tersebut bukanlah solusi yang baik karena bisa membuat anak menjadi takut untuk bertanya kembali. Jika anak penasaran, maka tak jarang ia akan mencari jawabannya sendiri sehingga anak bisa saja mendapatkan jawaban yang salah.

Seperti dikutip dari WashingtonPost,  sebuah tim peneliti dari University of Hawaii dan University of Michigan menemukan penyebab anak-anak lebih suka bertanya ‘Mengapa’ adalah sebagai sarana untuk mendapatkan informasi mengenai dunia ini.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan ketika anak-anak mendapatkan informasi yang jelas atau sesuai dengan keingintahuannya, maka anak akan lebih cepat berhenti bertanya atau menghentikan interogasinya.

Untuk menghentikan ‘siklus mengapa’, maka orangtua harus mencari tahu jawaban seperti apa yang diinginkan atau bisa memuaskan si kecil. Orangtua sebaiknya tidak memarahi atau menjawab sembarangan pertanyaan si kecil.

Jika memang orangtua tidak tahu jawabannya, maka jawablah dengan jujur dan berusaha mencaritahu jawabannya karena suatu saat anak akan bertanya kembali.

Sementara itu Leon Hoffman, MD, direktur dari Pacella Parent Child Center di New York Psychoanalytic Society & Institute menuturkan kemungkinan penyebab anak-anak ini suka bertanya mengapa adalah untuk:

1. Memahami kata-kata.
Anak-anak yang berusia antara 1-2 tahun adalah masanya untuk belajar berbicara, sehingga anak-anak ini seringkali mengulangi pertanyaan atau bertanya mengapa untuk mendapatkan kejelasan dari setiap kata yang didengar atau diucapkannya.

2. Membangun memori.
Terkadang diperlukan waktu beberapa saat bagi anak yang sedang berkembang untuk menyimpan informasi baru di dalam pikirannya. Mendengar orangtua yang dipercayainya memberikan jawaban bisa membantu mendorong anak untuk memahami konsep kata baru.

3. Menemukan kenyamanan.
Sejak balita, anak-anak biasanya menemukan kenyamanan dalam hal pengulangan dan mengajukan pertanyaan yang sama kembali sebagai salah satu cara untuk meminta dukungan emosional.

Dr Hoffman menyarankan agar orangtua meluangkan waktu untuk menjawab sesering mungkin pertanyaan dari anak. Karena anak hanya ingin mencari tahu sesuatu hal yang baru dan masa ini pasti akan berlalu dengan sendirinya.

source: http://www.seputarkita.info/kenapa-anak-selalu-bertanya-mengapa.html

8 Fakta dan Mitos Seputar Mabuk

img



Setelah minum minuman beralkohol orang akan merasakan mabuk dan tidak sadarkan diri. Sebagian orang bahkan merasakan sakit pasca mabuk. Berikut beberapa mitos yang beredar tentang mabuk dan dampak yang ditimbulkannya.


Dilansir dari WebMD, berikut 8 mitos dan fakta seputar mabuk:

Rabu, 11 Agustus 2010

Menangkal Santet dengan Ilmu Fisika

         VS









Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang : berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai dengan kematian. Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan. Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini.

Asal-usul Kata Bajingan


Badjingan adalah sebuah istilah yang muncul di tanah Jawa untuk menunjuk seorang pengendara gerobak sapi. Dalam salah satu novel triloginya Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk, istilah ini akan sering kita temui. Lantas kenapa istilah badjingan kemudian bergeser menjadi sebuah kata makian, padahal kata itu adalah merujuk sebuah profesi seseorang.


Kata kakek ane sih mungkin gara-gara cerita berikut :