Tampilkan postingan dengan label Bumi 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi 2012. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Juni 2010

Makanan Bunker Kiamat Harus Vegetarian


PETA mengirim surat pada pemilik Vivos Robert Vicino agar makanan di bunker untuk bertahan hidup jika ada bencana dahsyat, bebas daging, bebas susu dan bebas telur.
Permintaan PETA (People for Ethical Treatment of Animals) ini merupakan tanggapan atas laporan bahwa Vivos telah hampir selesai mendirikan bunker yang terdapat di beberapa tempat di bawah gurun Mohave AS.
Dilaporkan sebanyak 200 orang mencari perlindungan di lokasi itu jika terjadi bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh manusia.
Di suratnya, PETA menekankan bahwa makanan vegetarian lebih segar dan dibandingkan yang mengonsumsi daging, vegetarian cenderung sedikit terkena penyakit serangan jantung dan kanker.
Di lain pihak, Vicino berharap dapat membangun 19 bunker di AS dan menambahkan satu buah di luar negeri.
“Meskipun Anda hidup di bunker bawah tanah atau di penthous, cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda masih tetap ada hingga tahun depan adalah menghindari daging dan menjadi vegetarian,” kata wakil presiden eksekutif PETA, Tracy Reiman.
“Dengan mengatur pola makan vegetarian, para pencari keselamatan di bunker akan menjalani cara yang lebih baik dalam beradaptasi di dunia pascabencana.

Bunker Rahasia Mojave Perlindungan Kiamat


Di mana Anda akan bersembunyi jika dalam 3 hari dunia akan terjadi bencana dahsyat? Anda dapat berlindung di fasilitas yang ada di gurun Mojave, California AS.
Lokasi itu tempat menyimpan bom bawah tanah peninggalan tahun 1960-an, saat terjadi krisis Rudal Kuba.
Penduduk lokal memiliki ide untuk mengembalikan keberadaannya dan menyewakan bunker perlindungan yang disebut sebagai “kondominium penyelamat bawah tanah” di sebuah lokasi rahasia di gurun Mojave.
“Pintu fasilitas masuk didesain dan dibentuk untuk tahan ledakan sekuat 50 megaton,” kata Robert Vicino, pendiri sekaligus presiden dari Vivos.
Di bunker bawah tanah gurun Mojave, Vivos sedang merenovasi tiga bunker bawah tanah yang dibangun pemerintah AS selama Perang Dingin.
“Di sana terdapat 10 dinding dan sekitar 4 hingga lima jalan. Masing-masing tempat tidur merupakan akomodasi bagi 4 orang.”
Sumber tenaga dan filter udara serta pompa air yang telah ada akan dimodernisasi dan dibuat lebih efisien.
Lalu pertanyaannya berapa lama orang-orang dapat bertahan di dalam bunker itu?
“Fasilitas ini memiliki penyimpanan makanan maksimum untuk satu tahun bagi 132 orang,” kata Vicino. “Fasilitas ini seharga US$ 50 ribu (Rp455 juta) bagi orang dewasa dan US$25 ribu (Rp 227,5 juta) bagi anak-anak, dan gratis untuk hewan peliharaan.”
Saat ditanya tentang dirinya yang mengembangkan paranoid, Vicino membantah. “Tidak, sama sekali tidak. Kami menciptakan kedamaian di pikiran masing-masing.”
Salah satu orang pertama yang memesan temapt tersebut adalah Steve Kramer dari San Pedro. “Bijaksana untuk melakukan persiapan kan? Anda tidak tahu apa yang akan datang,” kata Kramer.

Sumber: www.inilah.com

AS Khawatirkan Kiamat Badai Matahari


Energi tingkat tinggi dari Matahari dikhawatirkan dapat mengacaukan bumi dan melumpuhkan jaringan listrik selama bertahun-tahun, serta menyebabkan miliaran kerusakan.
Gedung Putih berhasil mendapatkan persetujuan suara secara bulat 47-0 untuk alokasi dana sebesar U$100 juta (Rp 910 miliar) guna memproteksi jaringan listrik dari badai matahari yang meskipun jarang tapi berpotensi sangat mematikan.
Keberadaan Grid Reliability and Infrastructure Defense Act atau H.R. 5026 bertujuan untuk mengubah Undang-undang Energi Federal agar dapat melindungi sistem penggunaan daya dan infrastruktur listrik penting untuk pertahanan Amerika Serikat terhadap keamanan cyber dan ancaman lainnya.
Ledakan elektromagnetis yang berasal dari badai matahari ataupun geomagnetik bisa sebagai serangan besar terhadap distribusi energi.
Badai matahari terjadi saat titik matahari di bintang tersebut meletus dan mengeluarkan energi listrik dalam bentuk partikel, di mana dapat mengganggu sistem energi bumi. Aktivitas matahari rata-rata memiliki siklus 11 tahun, dan saat ini tampak berada dalam masa periode aktif.
“Matahari sedang bergerak dari tidur yang panjang, dan beberapa tahun mendatang kami memperkirakan akan melihat tingkatan yang cukup tinggi dari aktivitas matahari,” ujar Richard Fisher, kepada Divisi Heliofisika NASA.
“Pada saat yang sama, komunitas teknologi kita sedang mengembangkan sistem kepekaan yang belum ada sebelumnya untuk mendeteksi badai matahari.”
Fisher dan beberapa ahli lain bertemu Selasa lalu di forum Space Weather Enterprise untuk mendiskusikan dua masalah tersebut, serta bagaimana cara memproteksi lingkungan masyarakat dari bencana alam itu.
Badai matahari terbesar dapat menyebabkan kerusakan 20 kali lipat dari bencana Badai Katrina, tulis National Academy of Science dalam laporan mereka tahun 2008 Severe Space Weather Events- Societal and Economic Impact.
Selain itu North American Electric Reliability Corporation juga menekankan bahwa “meskipun risiko tersebut tampak jarang, namun dalam beberapa kasus bukan hal yang mustahil sehingga bukan hal yang salah untuk konsen terhadap peristiwa geomagnetis ini".
Dalam sebuah laporan baru-baru ini, NERC mengutip dari Metatech and Storm Analysis Consultants menunjukkan bahwa potensi ancaman lingkungan geomagnetik yang tinggi mungkin jauh lebih besar daripada yang diantisipasi sebelumnya.
Peristiwa itu memiliki potensi untuk menghasilkan gangguan secara luas ke sistem transmisi dan kerusakan fisik tidak terhingga pada transformator besar.

Sumber: www.inilah.com